“Minusu Mae” adalah bahasa asli orang Maluku

(lebih tepatnya dari dialek Negeri SSI Saparua) yang artinya “selamat datang”.


Terimakasih anda telah berkunjung di Lawaida.com, ini adalah website resmi kami.

Lawaidai adalah produsen Batik dengan motif &  thema khas ‘Tanah Maluku’ Indonesia (yang dalam dialek asli pengucapan orang Maluku menjadi ‘Tana Maluku’)

Tana Maluku adalah akar budaya masyarakat Maluku, dengan cakupan wilayah yang luas dan meliputi semuanya, sebagaimana syair lagu ‘Maluku Tana Pusaka’…dari ujung Halmahera sampai Tenggara jauh…..’

Akar budaya tidak terkotak-kotak oleh batas-batas wilayah administratif maupun batas wilayah secara geografis apalagi berdasarkan batasan ‘salam – sarane‘. Jadi, hanya ada satu kata…MALUKU !! Sehingga tidak berlebihan bila dikatakan bahwa ‘Ethnik & budaya‘ Maluku adalah seni pemersatu Maluku, karena berada di atas semua keanekaragaman yang ada di Maluku.

Setiap produk Lawaida berusaha menampilkan sesuatu yang menjadi ciri khas dan menjadi jatidiri ‘orang Maluku‘, seperti motif pala, cengkeh, biota laut, salawaku dan berbagai ornament etnik Maluku lainnya, dengan kemasan yang bertajuk : “Lawaida-Batik Tana Maluku” .

Tentang Lawaida & Batik Tana Maluku

Lawaida adalah brand yang berakar pada Batik Tana Maluku, yaitu batik yang membawa jejak alam, budaya, dan cerita kepulauan Maluku. Berdiri sejak tahun 2011, setiap karya Lawaida lahir dari penghormatan terhadap tradisi, dan usaha untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk yang relevan dengan kehidupan masa kini.

Melalui batik Cap sebagai produk utama, dan pembuatan pakaian sebagai pengembangan produk turunannya, hingga karya turunan lanjutan berbahan kain perca, semuanya dirancang untuk memberi nilai baru, baik secara estetis maupun praktis. Lawaida menempatkan kain sebagai medium yang hidup. Motif dikembangkan dengan pendekatan yang terkurasi, warna dipilih dengan pertimbangan karakter, dan bentuk dirancang agar fungsional tanpa kehilangan nilai estetika.

Lawaida tidak sekadar menghadirkan produk, tetapi pengalaman. Pengalaman mengenal batik Maluku secara lebih dekat: bukan sebagai simbol yang statis, melainkan sebagai karya yang bisa digunakan, dirasakan, dan menjadi bagian dari keseharian. Dengan prinsip kualitas, ketelitian, dan keaslian produk batik, Lawaida terus melangkah sebagai brand yang tumbuh perlahan, namun berkarakter kuat.


Tentang Seniman & Pendiri

Di balik karya-karya Batik Tana Maluku yang berkarakter kuat ini berdiri seorang seniman sekaligus pendiri brand Lawaida, Arkeni Pattisahusiwa, yang memandang kain bukan semata sebagai produk, melainkan sebagai medium cerita dalam mengekpresikan seni yang menghubungkan tradisi dengan kehidupan masa kini.

Berangkat dari kepekaan terhadap tradisi lokal Maluku, sang pendiri brand Lawaida membangun karya dengan pendekatan yang tenang dan terukur. Motif tidak dibuat untuk sekadar mengikuti tren, melainkan untuk menjaga identitas dan relevansi. Inilah yang menjadikan setiap produk terasa autentik, sederhana namun berkarakter, fungsional tanpa kehilangan keindahan.

Lebih dari sekadar usaha kreatif, Brand Lawaida adalah perjalanan seorang seniman yang memilih tumbuh secara sadar, dengan menempatkan budaya sebagai napas, dan keberlanjutan sebagai arah. Menjaga kualitas, menghormati proses, dan merawat warisan budaya menjadi prinsip yang terus dipegang. Karena di sini, keindahan tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

*********************************************

Info & Order chat +6282137138379