Seniman & Pendiri

posted in: Profil | 0

Di balik Lawaida dan Batik Tana Maluku, terdapat perjalanan berkarya yang berangkat dari kecintaan terhadap seni, kain, dan kekayaan tradisi budaya Maluku.

Sebagai seniman sekaligus pendiri Lawaida, saya memandang kain bukan sekadar material untuk menghasilkan produk, melainkan medium untuk menyampaikan gagasan, merawat ingatan budaya, dan menghadirkan nilai estetika dalam kehidupan sehari-hari.

Sejak memulai perjalanan ini pada tahun 2011, proses berkarya menjadi ruang untuk terus mengeksplorasi hubungan antara tradisi dan perkembangan desain. Batik cap menjadi salah satu medium utama dalam perjalanan tersebut, dengan motif, warna, dan komposisi yang dikembangkan melalui proses kreatif yang mempertimbangkan karakter visual serta makna yang ingin dihadirkan.

Motif tidak dibuat untuk sekadar mengikuti tren, melainkan untuk menjaga identitas dan relevansi. Inilah yang menjadikan setiap produk terasa autentik, sederhana namun berkarakter, fungsional tanpa kehilangan keindahan.

Lebih dari sekadar usaha kreatif, Lawaida adalah perjalanan seorang seniman yang memilih untuk tumbuh secara sadar, dengan menempatkan budaya sebagai napas dan keberlanjutan sebagai arah. Menjaga kualitas, menghormati proses, dan merawat warisan budaya menjadi prinsip yang terus saya pegang.

Saya percaya bahwa keindahan tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Lawaida dan Batik Tana Maluku, saya ingin terus menghadirkan karya yang mempertemukan tradisi, seni, dan desain dalam bentuk yang dekat dengan kehidupan masa kini, tanpa kehilangan makna dan identitas yang melandasinya.

Pemikiran ini juga melandasi pengembangan karya Lawaida, mulai dari kain batik, pakaian, hingga berbagai produk berbahan kain perca. Setiap pengembangan merupakan bagian dari upaya menemukan kemungkinan baru dalam mengolah material, memperluas fungsi kain, dan menghadirkan nilai estetis melalui pendekatan yang kreatif.

Menurut saya, tradisi bukan sesuatu yang berhenti pada bentuk masa lalu. Tradisi memiliki ruang untuk terus tumbuh melalui interpretasi, eksplorasi, dan penciptaan karya yang sesuai dengan konteks kehidupan masa kini, tanpa kehilangan akar budayanya. Berkarya adalah proses yang terus berjalan—belajar dari tradisi, bereksperimen melalui material, dan menemukan kemungkinan baru dalam setiap karya.

Merawat tradisi, mengembangkan gagasan, dan menghadirkan makna melalui karya.

Arkeni Pattisahusiwa

Seniman & Pendiri Lawaida — Batik Tana Maluku